Baru januari kemarin…
4 tahun dikalahkan 2 bulan..
But i believe in us :)
Yopyu ceng :(
You say that you love rain, but you open your umbrella when it rains. You say that you love the sun, but you find a shadow spot when the sun shines. You say that you love the wind, but you close your windows when wind blows. This is why I am afraid, you say that you love me too.
but
you never open your umbrella and we keep go straight.
you rare find a shadow spot and keep walking until top.
you dont close your windows because its refreshing.
and you rare say that you love me too because you always say that you love me firstly.
im repost and answering what william Shakespeare says.
because he’s not like that to me :D
OWS
Sudah lewat beberapa jam akan menjadi beberapa hari, beberapa minggu, beberapa bulan, bahkan beberapa tahun setelah 16 mei 2013. Ada cerita bagus yg tdk pnh akan dilupakan.
Manusia yg bertemu saat berumur sekitar 15 tahun hanya bs saling bertatap muka dan jarang bersapa kembali bertemu saat berumur 18 tahun. Memulai segala sesuatunya dengan begitu lama bahkan lebih dari hitungan bulan tidak hanya minggu. Melewati dua macam manusia setelah selesai akhirnya tuhan memberikan takdir untuknya.
Saat akan menginjakkan ke universitas sekitar bulan agustus, satu masalah datang namun tetap ada hati yang kuat yang dapat bertahan. Kembali hidup kembali dengan berbagai memori suka dan duka. Mereka berjanji……….
“Never leave Always Love Without bertrayal”
Saling mengisi meskipun tidak selalu manis, beberapa kali ego menang, namun selalu menemui titik temu yg sama yaitu bersama.
Ingat saat pergi ke beberapa tempat wisata dan pergi jauh hingga keluar kota hanya untuk mencari sesuatu untuk membahagiakan perut.
Ingat kita melewati stasiun dan memutuskan pergi dengan kereta saat itu juga menuju ke Blitar cuma untuk makan semangkuk soto.
Ingat jogja merupan salah satu kota kita yg tdk akan pernah dilupakn seumur hidup karena itu adalah escape paling keren yg penah kita lakukan.
Ingat pantai balaikambang dimana kita seperti orang bodoh yg melakukan privat party dipinggir pantai ditemani seperangkat alat barbeque sederhana hanya untuk kita berdua.
Ingat gunung Bromo yg menjadi salah satu runtutan escape paling keren kita.
Ingat gunung welirang dimana kita jalan berdua dan bagaimana km memotivasi aku untuk terus naik lwt jalan berbatu itu.
Ingat perjalanan ke ranu pane yg baru 1meter dari pos penjagaan ban kita bocor dan akhirnya turun lagi dengan muka kesal.
Ingat bianglala kota batu dan bagaimana km memotret tiap moment disaat itu.
Ingat perjalanan ke cangar yg akhirnya menemukan spot bagus untuk berpose dan menjadi ilusi seolah olah kita ada di arjuna-welirang.
Ingat tiap centi jalanan kota malang yang tidak pernah luput dari roda dua kita karema seringnya kita berputar-putar mencari jalan tikus.
Ingat km menunggu didepan imigrasi menanti dijemput setelah ke semeru.
Ingat jatim park, taman safari, sekotak coklat, seikat bunga, bakpao telo, semangkuk bakso porsi jumbo yg selalu kita pesan, segelas susu dan kopi susu ditemani semangkuk soto yg tdk akan pnh kita pesan lagi, siomay SD, tempat parkir matos atau mx, angkringan kedaulatan rakyat, tora-tora, sampai imogiri hanya untuk es campur yg akhirnya ga penah ketemu hingga sekarang, pujas, legipait, saiful anwar, bakso bakat pakisaji, bakso mercon, coto makassar widodaren, jagung bakar, mak nyak, ah rasanya tiap detail kota ini sudah terjamah hingga tak sanggup lagi ditulis.
Ingat tempat parfum favorit kita, saiful anwar dengan momment yg g mgkn hilang seumur hidup, masker penghilang marah dirumah.
4 tahun semua terekam di otak meskipun kita kadang berpura pura menjadi lupa.
Ingat kita marah hingga saling menyakiti dan berdarah, menunjjukan argumen masingmasing.
Ingat bagaimana kawatirnya tiap km pergi mengalahkan raja daratan.
Ingat setiap sms yg masuk entah itu manis atau pait selalu bisa membuat aku tersenyum yg berarti kita masih bersama.
Ingat setiap hari kenapa aku selalu pergi ke cafe itu hanya untuk liat kamu meskipun kita sedang saling marah dan kadang aku pulang kamu datang.
Aku sudah menemukan kunci dan kini kunci itu hilang setelah jakarta menjadi tempat ganas yang membuat aku kehilangan kunci itu.
Entah kenapa kota itu menjadi salah satu kota yg paling aku benci selain kebencianku terhadap seorang berumur 17th.
dari sekian moment itu bagaimana bisa dilupakan hanya dalam 24 jam. Sedangkan hingga detik ini aku masih hidup dengan mata yg dapat melihat setiap kejadian.
Ini kesalahan atau memang rencana tuhan? Bahkan kesempatan tidak dapat aku dapatkan.
Cerita selama 4 tahun telah usai. Ditutup rapat dan aku memilih menyimpan dahulu hingga ada waktu yg tepat untuk dibuang.
Pengalaman yang tidak akan didapatkan lagi. Gak bakal ada partner in crime seperti dulu.
menyesal dan sia sia yg ada di otakku.
Terima kasih keceng :)
Banyak memberikan aku pengalaman dan menemukan bahwa dunia ga hanya yg aku pikirkan dan ternyata luas sekali hingga aku masih ingin melancong dan pergi kembali denganmu.
Jika memang waktu begitu cepat aku pengen kita jadi satu meneruskan niat kita untuk menikah dan saling mengisi.
Bintang tidak pernah membutuhkan ibu tiri, karena ibu yang sebenernya selalu menyayangi dan mengasihi hingga kapanpun.
Pernah suatu ketika semua telah berjalan normal setelah apa yg seharusnya menjadi milikku menjadi milikku.
Kesempatan meraih impian menghalangi euforia kejadian tersebut.
Skype menjadi satu satunya alasan untuk melepaskan rindu dan tawa canda berdua.
NamuN masalah tidaklah diundang, atau mungkin bisa jadi masalah memang sengaja dibuat dengan memancingnya untuk datang.
Lelah berjauhan tidak adanya kata mengerti menjadi persoalan.
Selama itu tidak tahu apa yg telah terjadi.
pulang membawa harapan sebenarnya rindu ingin disampaikan.
Tapi ego memilih untuk diam dan melihat. Mendengar dan mempertikan apa yg sebenarnya terjadi.
Hingga akhirnya dikumpulkannya kolase jejaring sosial yg menghasilkan suatu fakta.
Untuk kedua kalinya berat untuk melepas. Rantai telah memiliki gembok yang kuat. Karat bukan jadi halangan untuk tetap terkunci.
berbicara dan mendengarkan adalah satusatunya jalan.
Mengubah berniat dan berjanji seharusnya menjadi akhir pekara.
Memang perlu kain untuk membersihkan karat itu.